Jajaran Management, Artit Prasobsom ( Managing Director Indonesia Business ), Sathirapat Punyapas ( CFO Indonesia Business), Padipat Namkhet ( Sugarcane Director ), dan Amornsak Thuraphan ( Production
LingkariNews – PT Kebun Tebu Mas–Mitr Phol (KTM Mitr Phol) menggelar Town Hall 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim giling tebu tahun ini. Kegiatan yang berlangsung di Lamongan tersebut menjadi forum komunikasi antara jajaran manajemen dan seluruh karyawan guna memperkuat koordinasi operasional perusahaan.
Tow Hall dihadiri langsung oleh jajaran manajemen KTM Mitr Phol, di antaranya Artit Prasobsom selaku Managing Director Indonesia Business, Sathirapat Punyapas sebagai CFO Indonesia Business, Pradipat Namkhet selaku Sugarcane Director, dan Amornsak Thuraphan sebagai Production Director.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam menyatukan visi dan strategi menghadapi target produksi gula tahun 2026.
Tow Hall KTM Mitr Phol Perkuat Sinergi Karyawan
Melalui Town Hall 2026, manajemen perusahaan menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen perusahaan untuk mendukung kelancaran musim giling tebu 2026.
Selain memperat hubungan antara manajemen dan karyawan, forum ini juga bertujuan meningkatkan keterlibatan seluruh pekerja agar mampu bekerja secara selaras dalam mencapai target perusahaan.
Dalam sambutannya, Managing Director Indonesia Business KTM Mitr Phol, Artit Prasobsom, menekankan bahwa keselamatan kerja menjadi prioritas utama selama proses operasional giling berlangsung.
Ia mengingatkan seluruh karyawan agar memahami prosedur kerja dan mematuhi pedoman keselamatan demi menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Target Giling Tebu 2026 Capai 1,7 Juta Ton
Pada musim giling tahun 2026, PT KTM–Mitr Phol menargetkan pengolahan tebu milik petani mencapai 1,7 juta ton tebu dengan rendeman sebesar 8 persen.
Perusahaan juga menyiapkan kapasitas giling sebesar 12.000 TCD (ton cane per day) dengan target produksi gula kristal putih mencapai 136.000 ton.
Proses mulai giling dijadwalkan pada 3 Juni 2026. Perusahaan berharap kualitas tebu petani pada awal musim sudah mengalami peningkatan sehingga rendeman menjadi lebih baik dan berdampak positif terhadap harga jual tebu petani.
KTM Mitr Phol menilai keberhasilan musim giling tidak hanya berdampak pada pertumbuhan perusahaan, tetapi juga kesejahteraan petani tebu sebagai mitra utama industri gula.
Industri Gula Hadapi Berbagai Tantangan
Dalam Town Hall tersebut, manajemen juga menyoroti tantangan industri gula akibat dampak kondisi global yang mempengaruhi kenaikan biaya bahan baku, bahan kimia, plastik, bahan bakar, hingga batubara.
Karena itu, perusahaan menekankan pentingnya efisiensi dan efektivitas kerja di seluruh lini operasional. Semangat “One Team, One Goal, Kita Bisa” disebut menjadi prinsip utama perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan meningkatkan daya saing industri gula nasional.
Sebagai bagian dari Mitr Phol Group Thailand, PT KTM–Mitr Phol merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di sektor gula dan bio-energi di Asia. Perusahaan yang juga tergabung dalam Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO) yang berkomitmen mendukung penguatan industri gula nasional dan swasembada gula Indonesia.
(NY)