Proses evakuasi korban banjir bandang di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara | Sumber dok: tniad.mil.id
LingkariNews — Belum pulih dari banjir besar yang menerjang tiga provinsi di Sumatera pada 25 November 2025 lalu, warga Tapanuli Tengah kembali dilanda banjir. Intensitas hujan yang tinggi membuat debit sungai di kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah meningkat dan membuat tanggul darurat yang sebelumnya dibangun jebol. Luapan air kemudian merendam permukiman warga di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada Rabu (11/02).
Hujan yang terus mengguyur memicu banjir bandang susulan pada Senin (16/02). Akibatnya, sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak terdampak bahkan dilaporkan ikut terendam. Berdasarkan laporan di lapangan, seluruh kecamatan di Tapanuli Tengah terdampak banjir.
Banjir Sebabkan Sejumlah Kerusakan
Akibat luapan air, rumah warga dan jalanan desa terendam air bercampur lumpur tebal. Sejumlah kayu gelondongan terpantau ikut terbawa arus deras. Di beberapa kecamatan, ketinggian air hampir mencapai atap rumah. Material banjir bandang juga dilaporkan menimbun material bendungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka dengan kedalaman mencapai 250 sentimeter. Sejumlah jembatan juga terpantau putus akibat banjir.
Banjir turut merendam lahan sawah yang telah ditanami padi. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyampaikan bahwa banjir juga menyebabkan pemadaman listrik di Kecamatan Tukka. Sementara itu, akses jalan di sejumlah desa dilaporkan terputus total. “Sejumlah ruas jalan utama tergenang, membuat kendaraan roda dua dan roda empat tak bisa melintas,” ujar Masinton.
Sejumlah Titik Evakuasi dan Pengungsian Disiapkan
Akibat rumahnya terendam banjir, warga terpaksa kembali mengungsi. Pemerintah setempat telah menyiapkan sejumlah titik evakuasi dan pengungsian, salah satunya di Hunian Sementara Sipange. Masinton juga menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan dapur umum dan peralatan evakuasi. Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk membantu evakuasi warga setempat, terutama di wilayah rawan banjir bandang dan longsor. “Proses evakuasi masih berlangsung,” kata Masinton.
Meski banjir menerjang sejumlah kecamatan, Masinton memastikan belum ada korban jiwa. “Untuk sementara masih nihil korban jiwa, yang ada rumah tergenang, rusak kembali, terus kemudian akses jalan, jembatan putus itu di daerah Badiri,” jelasnya.
Trauma Banjir Besar Sumatera Kembali Muncul
Banjir bandang kali ini membuka kembali trauma lama warga Tapanuli Tengah akan kejadian banjir besar pada November lalu. Sejumlah warga mengaku panik saat air mulai meluap dan merendam rumah mereka. “Saya mengambil dokumentasi dengan badan gemetar, teringat bencana serupa pada November 2025,” kata Rini Sinaga, salah satu korban yang merekam saat debit air terus meningkat.
Banjir yang kembali terjadi merusak rumah dan fasilitas umum yang sebelumnya telah diperbaiki. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyebut sebanyak 1.600 orang di Tapanuli Tengah masih mengungsi sejak banjir dan longsor November lalu. Karena banjir bandang kembali menerjang, mereka dipastikan harus tinggal lebih lama di pengungsian.
Pemprov Janjukan Pembangunan Tanggul dan Sabo Dam di DAS Tukka
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meninjau langsung kondisi Sungai Tukka di Tapanuli Tengah. Dalam kunjungannya itu, Ia membahas rencana pengendalian banjir bandang di Tapanuli Tengah di masa depan. Salah satu langkah pengendalian banjir yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara adalah pembangunan tanggul dan sabo dam (penahan material di bagian hulu) di hulu DAS Tukka. Penanganan tanggap darurat tetap dilakukan di sepanjang sungai. “Langkah ini agar aliran sungai tidak lagi membanjiri kawasan permukiman penduduk,” ujar Bobby.
Untuk mensukseskan rencana tersebut, Bobby meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan sosialisasi kepada warga pemilik lahan di kawasan DAS. Ia menekankan pentingnya komunikasi sebelum pembangunan dimulai. “Ya kalau sosialisasinya itu kita minta Pak Camat yang tahu. Jadi sampaikan ke masyarakat, bahwa ini kan dalam rangka penanganan bencana,” ucapnya. Pemerintah daerah diminta memastikan dukungan warga agar proyek pengendalian banjir bandang berjalan tanpa hambatan.
(KP/NY)