Muaragembong Ditekan Abrasi, GAPGINDO Upayakan Penanaman Mangrove Berkelanjutan

Pesisir 02 Okt 2026 20 kali dibaca
Gambar Artikel Penanaman mangrove di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi

LingkariNews – Abrasi menjadi salah satu persoalan yang terus dihadapi masyarakat di Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Perubahan garis pantai pun turut memengaruhi aktivitas warga, termasuk tambak yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pemulihan ekosistem mangrove perlu terus dilakukan. 

Pada Sabtu (26/9/2026), sebanyak 400 bibit mangrove kembali ditanam di Desa Pantai Bahagia, Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Penanaman yang dilakukan oleh Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO) bersama Lingkari Institute dan Rawat Bumi Indonesia tersebut menjadi upaya berkelanjutan guna mengurangi dampak lingkungan yang terjadi. 

Saat Abrasi Mengubah Kondisi Tambak Warga

Dampak abrasi terus dirasakan oleh masyarakat pesisir Muaragembong.

Ramdan, salah seorang anggota Rawat Bumi Indonesia, mengatakan tambak milik orangtuanya dahulu memberikan hasil yang cukup menjanjikan. Namun, kondisi pesisir yang berubah membuat aktivitas tambak kini tidak lagi berjalan seperti sebelumnya.

“Dulu mah perputarannya (ekonominya) lumayan. Sekarang hasil ngga menentu, karena tambak udah sering kena abrasi,” ucap Ramdan, di Bekasi, pada Sabtu (26/9).

Selain abrasi, Muaragembong juga menghadapi tantangan lingkungan, seperti banjir rob yang terjadi secara berkala serta penurunan muka tanah. Tekanan tersebut membuat pemulihan ekosistem pesisir menjadi penting, terutama untuk menjaga kembali fungsi kawasan mangrove.

Mengapa Upaya Pemulihan Mangrove Perlu Dilakukan?

Mangrove memiliki fungsi ekologis yang penting bagi kawasan pesisir. Vegetasi mangrove dapat membantu memperlambat abrasi dan menjadi pelindung alami kawasan pantai dari gelombang.

Bagi masyarakat Muaragembong, pemulihan mangrove juga berkaitan dengan upaya mempertahankan fungsi kawasan pesisir yang mendukung kehidupan dan aktivitas ekonomi warga. 

Ketua Rawat Bumi Indonesia, Ahmad Qurtuby, mengatakan penanaman mangrove yang dilakukan GAPGINDO sejalan dengan upaya komunitas dan masyarakat untuk memulihkan pesisir Pantai Bahagia.

“Upaya penanaman pohon mangrove oleh GAPGINDO ini selaras dengan upaya dan keinginan komunitas Rawat Bumi dan masyarakat. Merestorasi pesisir pantai dengan pohon mangrove, (dapat) memperlambat abrasi, mengembalikan fungsi hutan mangrove sebagai penahan ombak dan manfaat yang lain secara ekologis dan ekonomis. Kami berharap GAPGINDO akan konsisten membantu masyarakat kami dalam hal kegiatan tersebut,” ucapnya.

Penanaman Mangrove Jadi Bagian dari Upaya Berkelanjutan

Tidak bisa dipungkiri, kegiatan industri dapat menimbulkan berbagai tekanan lingkungan. Penanaman mangrove di Muaragembong menjadi salah satu upaya GAPGINDO dalam merespons dampak yang dihasilkan. 

Dengan itu, sejumlah pabrik anggota asosiasi mulai mendorong berbagai langkah, salah satunya melalui program pemulihan ekosistem pesisir.

Mangrove tidak hanya berperan dalam menjaga kawasan pesisir, tetapi juga mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar. Di Muaragembong, pemulihan mangrove menjadi semakin relevan di tengah ancaman abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah yang dihadapi kawasan tersebut.

Sebagai bentuk komitmen, rangkaian program penanaman akan terus dilakukan dengan target awal 5.000 pohon hingga tahun 2028. 

Dengan demikian, penanaman di Muaragembong tidak sekadar mengejar jumlah pohon yang ditanam. Lebih dari itu, upaya tersebut diharapkan dapat memulihkan fungsi ekologis kawasan pesisir sekaligus mempertahankan manfaat mangrove bagi masyarakat di sekitarnya.

(NY)

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Warga Sukatani Tolak Proyek Geotermal Gunung Gede Pangrango

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-