BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob 8–25 Juni 2026 yang Dipicu Fenomena Super New Moon

Pesisir 13 Jun 2026 12 kali dibaca
Gambar Artikel

LingkariNews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia pada 8–25 Juni 2026.

Potensi banjir rob tersebut dipicu oleh fenomena Super New Moon yang diperkirakan terjadi pada 15 Juni 2026. Fenomena ini dapat meningkatkan ketinggian muka air laut sehingga berpotensi memicu genangan di kawasan pesisir yang rentan.

Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun media sosial resminya. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya pasang maksimum air laut selama periode tersebut. 

Apa Itu Super New Moon? 

Super New Moon atau bulan baru super merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika fase bulan baru berlangsung bersamaan dengan posisi bulan yang berada di titik terdekatnya dengan bumi, atau yang dikenal sebagai perigee.

Pada kondisi ini, jarak bulan dengan bumi berkisar antara 356.000 hingga 360.000 kilometer. Berbeda dengan Super Full Moon yang membuat bulan tampak lebih besar dan terang dari biasanya. Super New Moon tidak dapat diamati secara langsung karena posisi bulan berada di antara bumi dan matahari.

Meski tidak terlihat, fenomena ini tetap memberikan pengaruh terhadap kondisi laut. Posisi bulan dan matahari yang sejajar menghasilkan gaya gravitasi yang lebih kuat sehingga dapat meningkatkan pasang air laut hingga mencapai ketinggian maksimum.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memicu banjir rob di sejumlah wilayah pesisir.

Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Berdasarkan hasil pemantauan muka air laut dan prediksi pasang surut yang dilakukan BMKG, terdapat sejumlah wilayah pesisir yang berpotensi mengalami banjir rob selama Juni 2026.

Wilayah tersebut meliputi pesisir Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, hingga Maluku.

Namun demikian, tingkat dampak yang terjadi di setiap daerah dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi pasang surut, karakteristik wilayah pesisir, serta faktor cuaca setempat.

Dampak Banjir Rob yang Perlu Diwaspadai

Banjir rob umumnya dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Genangan air laut berpotensi mempengaruhi operasional pelabuhan, aktivitas perikanan, transportasi laut, hingga kegiatan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar pantai.

Selain itu, banjir rob juga dapat mengganggu akses jalan, merendam permukiman, dan merusak infrastruktur yang berada di wilayah pesisir yang rendah.

Karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah rawan rob diimbau untuk mempersiapkan langkah antisipasi sejak dini guna mengurangi risiko kerugian akibat genangan air laut.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi maritim yang dikeluarkan secara resmi oleh lembaga tersebut. 

Masyarakat, pelaku usaha perikanan, pengelola pelabuhan, serta pengguna jasa transportasi laut juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pasang maksimum air laut selama periode 8–25 Juni 2026.

Pemantauan informasi secara berkala dinilai penting agar masyarakat dapat mengambil langkah mitigasi yang tepat apabila terjadi peningkatan ketinggian air laut di wilayahnya.

(NY)

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Indonesia Penyumbang Sampah Laut Terbesar Kedua Dunia

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-