BMKG: Bibit Siklon 90S di Selatan Jawa Berpotensi Picu Cuaca Ekstrem Sepekan Kedepan

Iklim 04 Mar 2026 110 kali dibaca
Gambar Artikel

LingkariNews — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi tumbuhnya Bibit Siklon Tropis 90S di selatan Jawa. Bibit Siklon Tropis 90S ini berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem dan hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia selama 2–8 Maret 2026. Keberadaan bibit siklon juga berpotensi memicu gelombang laut setinggi 1,25 hingga 4 meter di Laut Flores, Laut Banda, Selat Sunda, serta Samudra Hindia.

Berdasarkan pemantauan BMKG, Bibit Siklon Tropis 90S pertama kali terdeteksi pada Jumat (27/2). Per Selasa (3/3), pusat Bibit Siklon Tropis 90S teridentifikasi berada di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, sekitar koordinat 11,6° Lintang Selatan dan 106,9° Bujur Timur.

Kondisi Atmosfer Dukung Pembentukan Awan Hujan

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa tumbuhnya bibit siklon 90S yang berpotensi memicu cuaca ekstrem dipengaruhi sistem tekanan udara rendah di Samudra Pasifik utara Papua, Teluk Carpentaria, serta pesisir barat laut Australia. Tekanan rendah itu membuat udara dari wilayah sekitarnya bergerak menuju pusat sistem. Pergerakan ini membentuk daerah pertemuan angin atau konvergensi yang memicu pertumbuhan awan hujan. Wilayah konvergen diperkirakan berada di Samudra Pasifik utara Papua, perairan selatan NTT, serta Australia bagian utara. 

“Bibit Siklon Tropis 90S dan sistem tekanan rendah di sekitar Papua serta Australia membentuk daerah pertemuan angin. Hal ini mendukung pertumbuhan awan hujan yang sangat masif di sepanjang daerah konvergensi tersebut,” kata Andri di Jakarta, Senin (2/3). Ia menambahkan, konvergensi tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan masif yang meningkatkan potensi cuaca ekstrem.

Keberadaan La Niña kategori lemah yang masih aktif turut meningkatkan pasokan uap air di Indonesia bagian timur. Kondisi ini memperkuat proses pembentukan awan hujan di atmosfer. Sementara itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan bergerak menuju fase 5 (Maritime Continent) dan fase 6 (Western Pacific). Hal ini berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di Samudra Hindia barat daya Lampung hingga NTT, Bali, NTB, pesisir selatan Jawa, serta perairan utara Bali hingga NTT.

Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menyampaikan selama periode 2–4 Maret 2026, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah. Daerah yang berpotensi terdampak meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua. Selain hujan lebat, angin kencang juga berpotensi terjadi di D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan.

Dampak cuaca ekstrem telah terlihat di sejumlah wilayah. Di Surabaya, hujan deras disertai angin kencang terjadi pada Senin (2/3). Peristiwa tersebut menyebabkan 57 pohon tumbang dan empat bangunan mengalami kerusakan. Kejadian tersebut turut menimbulkan korban jiwa. Dua pekerja pembersih kaca gedung terjebak cuaca ekstrem saat bekerja di ketinggian. Insiden ini menyebabkan satu pekerja meninggal dunia, sementara mengalami luka-luka dan kini sedang menjalani perawatan intensif di RS William Booth.

Sementara untuk periode 5–8 Maret 2026, cuaca umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang. Meski demikian, BMKG mengingatkan potensi hujan lebat yang disertai kilat masih dapat terjadi. Beberapa wilayah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem meliputi Sumatera Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan Papua.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Mengingat dinamika atmosfer yang masih aktif, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Masyarakat disarankan untuk memantau prakiraan cuaca dan peringatan cuaca ekstrem sebelum beraktivitas maupun melakukan perjalanan. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan bencana.

Informasi resmi tentang prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat diakses melalui situs http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial @infobmkg.

(KP/NY)