Akibat El Nino, Gurun Terkering Berubah Jadi Hamparan Bunga

Iklim 04 Nov 2026 17 kali dibaca
Gambar Artikel Gurun Atacama di Cili | Sumer foto: Canva

LingkariNews – Gurun Atacama di Chile dikenal sebagai salah satu wilayah paling kering di dunia. Namun, hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut pada 2026 mengubah lanskap gurun menjadi hamparan bunga warna-warni. Fenomena alam yang dikenal sebagai flowering dessert atau gurun berbunga ini terjadi setelah jutaan benih tanaman yang lama tertidur kembali tumbuh, salah satunya dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem terkait fenomena super El Niño. 

Melansir IFLScience, Gurun Atacama merupakan gurun nonkutub terkering di Bumi. Letaknya yang berada di antara Pegunungan Andes dan jajaran pegunungan pesisir membuat kawasan ini mengalami efek bayangan hujan ganda. Kondisi tersebut membatasi masuknya uap air dan dari Hutan Hujan Amazon maupun Samudra Pasifik. 

Akibatnya, curah hujan tahunan di Atacama rata-rata hanya sekitar 15 milimeter. Bahkan, bagian inti gurun yang sangat kering hanya menerima sekitar 1–3 milimeter hujan setiap tahun. 

Hujan Lebat Bangunkan Jutaan Benih Tanaman

Kondisi kering tersebut berubah pada 2026. Wilayah Atacama menerima hujan lebat yang dikaitkan dengan fenomena El Niño di Samudra Pasifik bagian timur. Sejumlah kawasan bahkan dilaporkan mengalami curah hujan hingga 180 milimeter sepanjang musim ini. 

Berbeda dengan sejumlah wilayah lain di Amerika Selatan yang terdampak hujan deras, peningkatan curah hujan justru memicu kemunculan vegetasi di Gurun Atacama. Air hujan memungkinkan jutaan benih tanaman yang telah lama berada dalam kondisi dorman untuk kembali berkecambah. 

Otoritas Cili memperkirakan hamparan bunga di kawasan tersebut dapat meluas hingga 15.000 kilometer persegi saat mencapai puncak musim berbunga pada Oktober 2026. 

Gabriela López, kepala urusan kawasan lindung tingkat provinsi untuk CONAF Atacama, menjelaskan bahwa kemunculan bunga tidak hanya ditentukan oleh curah hujan. 

“Gurun Berbunga merupakan fenomena yang tidak hanya bergantung pada curah hujan, tetapi juga faktor-faktor lain, seperti daya serap tanah, suhu, dan paparan sinar matahari,” ujar López dalam pernyataan yang dikutip IFLScience. 

1.893 Spesies Tumbuhan di Gurun Atacama

Menurut informasi dari UC Chile, terdapat sekitar 1.893 spesies tumbuhan di kawasan Gurun Atacama. Sebagian besar spesies tersebut hanya ditemukan di wilayah itu. 

Beberapa jenis tanaman bahkan mampu bertahan dalam kondisi dorman sebagai benih hingga 10 tahun. Benih-benih tersebut menunggu kondisi lingkungan yang sesuai, termasuk ketersediaan air, untuk kembali tumbuh. 

Kemampuan bertahan di lingkungan ekstrem juga didukung oleh sejumlah adaptasi alami. Tanaman gurun memiliki lapisan lilin untuk mempertahankan kelembapan, rambut-rambut halus yang membantu memantulkan sinar matahari, daun berukuran kecil, serta sistem perakaran khusus. 

Saat bermekaran, bunga-bunga di Atacama menampilkan beragam warna, mulai dari emrah muda, ungu, kuning, hingga biru pucat. Warna-warna mencolok tersebut juga memiliki fungsi dalam proses reproduksi tanaman. 

Masa berbunga di gurun berlangsung relatif singkat, sementara keberadaan serangga penyerbuk terbatas. Karena itu, warna bunga yang kontras dapat membantu menarik perhatian penyerbuk dan meningkatkan peluang reproduksi. 

Fenomena Gurun Berbunga Terjadi Secara Berkala

Kemunculan hamparan bunga di Gurun Atacama bukanlah peristiwa yang terjadi setiap tahun. Dalam kurun 40 tahun terakhir, fenomena tersebut tercatat sekitar 15 kali dan muncul secara tidak teratur, umumnya dalam rentang tiga hingga sepuluh tahun ketika kondisi lingkungan mendukung. 

Meski demikian, fenomena ini kembali terjadi pada 2025, setelah sebelumnya muncul pada 2022. Peristiwa pada 2022 terbilang tidak biasa karena berlangsung saat La Niña. Sebelum itu, Atacama juga mengalami periode berbunga pada 2017 dan 2015. 

Kemunculan bunga dalam dua tahun berturut-turut menjadi peristiwa yang relatif langka bagi wilayah yang dikenal sangat kering tersebut. Hujan yang biasanya jarang turun telah membuka kesempatan bagi benih-benih tanaman untuk tumbuh dan menghadirkan kembali hamparan bunga di tengah gurun. 

(NY)

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Cerita Sejarah, Fakta Menarik, dan Peran Ekologis Sungai Brantas
5
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-