Limbah Tebu untuk Tekstil yang Lebih Berkelanjutan

Inovasi Pertanian 10 Feb 2026 78 kali dibaca
Gambar Artikel Pemanfaatan limbah tebu untuk industri tekstil

LingkariNews – Dunia yang bergerak kian cepat, menuntut industri fashion untuk terus mengikuti ritme pasar yang dinamis. Seiring dengan meningkatnya akses terhadap platform belanja digital, permintaan konsumen pun terus bertambah. 

Kondisi tersebut mendorong peningkatan produksi tekstil dari tahun ke tahun. Namun, di balik pertumbuhan itu, muncul permasalahan serius yang memperburuk isu lingkungan.

Permasalahan Besar di Balik Industri Fashion

Di balik kemudahan pengalaman belanja dan kebutuhan fashion yang tinggi, terdapat dampak besar yang sering terlupakan: limbah tekstil yang tidak terkelola dengan baik. Terlebih lagi, dominasi penggunaan serat sintetis dalam industri fashion telah menyebabkan akumulasi limbah yang sulit terurai secara alami. 

Limbah tekstil dunia diperkirakan mencapai 92 juta ton setiap tahunnya, dengan sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir. Dimana hal tersebut memberikan tekanan besar terhadap lingkungan dan ekosistem alami.

Inovasi Serat Natural dari Limbah Tebu 

Solusi inovatif kini mulai bermunculan sebagai alternatif terhadap serat sintetis yang mencemari. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah tebu sebagai bahan baku serat natural untuk industri tekstil. Limbah tebu yang selama ini dibuang atau justru dibersihkan melalui pembakaran – tindakan yang memperburuk kualitas udara dan menghasilkan partikel halus PM2.5 – kini mulai dilihat sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi. 

Dr. Saran Chankaew dan Associate Professor Dr. Kittisak Ariyakrua dari Fakultas Industri Tekstil dan Desain Mode di Univeristas Teknologi Rajamangala Phra Makhon menyoroti bahwa praktik pembakaran limbah tebu tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan. 

Tebu sebagai Potensi Bahan Baku Tekstil

Selain dikenal karena rasa manisnya dan perannya sebagai sumber bahan baku pembuatan gula, tebu memiliki nilai manfaat lain yang luas, salah satunya sebagai bahan baku potensial dalam sektor industri tekstil. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Saran Chankaew dan tim menunjukkan bahwa daun tebu dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan serat berkualitas yang bisa digunakan dalam produksi tekstil, sekaligus mengurangi limbah agrikultur yang berdampak negatif terhadap lingkungan.  

Serat tebu yang dihasilkan pun memenuhi berbagai standar fisik industri tekstil – termasuk ketahanan terhadap sobekan, ketebalan kain, kekuatan tarik benang, serta kemampuan menyerap kelembapan. Hal ini menegaskan bahwa produksi tekstil berbasis serat tebu tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi tekstil.

Tebu sebagai Alternatif Material Ramah Lingkungan 

Keunggulan lain dari serat tebu adalah potensinya yang dapat diproduksi secara manual tanpa mesin besar, sehingga memberikan kesempatan bagi perajin tekstil lokal untuk belajar dan mandiri dalam memproduksi serat berbasis tebu. Hal ini tidak hanya membuka peluang inovasi dalam menciptakan tekstil baru, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi komunitas pengrajin. 

Pemanfaatan limbah tebu sebagai bahan baku tekstil menawarkan solusi terhadap tantangan besar limbah tekstil global. Dengan proses yang ramah lingkungan dan hasil yang memenuhi standar industri, serat tebu dapat menjadi alternatif bagi material-material yang mencemari. Di samping membantu mengurangi limbah agrikultur dan polusi udara, inovasi ini juga membuka peluang bagi berbagai sektor terkait. 

(NY)

Sumber

https://www.rmutp.ac.th/en/rmutp-has-successfully-transformed-sugarcane-leaf-fibers-into-textile-products-promoting-environmental-friendliness-by-reducing-burning-and-waste/

https://hijau.bisnis.com/read/20250408/651/1867390/limbah-tekstil-93-juta-ton-per-tahun-sumber-pakaian-bekas-di-negara-berkembang#goog_rewarded