Penyerahan mesin tanam tebu atau cane planter dari PT. KTM-Mitr Phol kepada mitra petani tebu untuk mendukung Program Bongkar Ratoon.
LingkariNews, Lamongan – PT Kebun Tebu Mas (KTM)-Mitr Phol menyerahkan 30 unit cane planter atau mesin tanam tebu kepada petani mitra sebagai upaya mendukung program bongkar ratoon (replanting) dan perluasan areal tanam pada musim tanam tebu 2026/2027. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktvitas sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor perkebunan tebu.
Penyerahan mesin dilakukan oleh Director Sugarcane KTM-Mitr Phol, Padipat Namkhet, kepada petani mitra dan disaksikan oleh Bank Jatim. Melalui skema pembiayaan Yarnen (Bayar Setelah Panen), petani dapat mengembalikan biaya mesin selama tiga musim tanam atau tiga tahun setelah masa panen.
Mekanisasi Pertanian untuk Tingkatkan Produktivitas Tebu
Kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian yang terus menurun mendorong petani tebu mulai beralih ke penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kehadiran cane planter diharapkan mampu mempercepat proses penanaman sekaligus meningkatkan efisiensi budidaya tebu.
Padipat Namkhet mengatakan, modernisasi budidaya tebu merupakan program berkelanjutan yang akan terus dikembangkan oleh KTM-Mitr Phol.
Selain cane planter, perusahaan juga berencana menghadirkan berbagai peralatan pendukung lainnya, seperti fertilizer applicator untuk pemupukan, boom sprayer untuk penyemprotan tanaman, hingga mesin klentek daun tebu. KTM-Mitr Phol juga akan terus memberikan pendampingan kepada petani mitra dalam penerapan mekanisasi pertanian.
Satu Mesin, Lima Tahapan Penanaman
Cane planter merupakan mesin tanam tebu yang mampu mengerjakan lima tahapan penanaman secara bersamaan dalam satu lintasan yaitu:
Dengan sistem tersebut, proses penanaman menjadi cepat, efisien, dan seragam dibandingkan metode manual.
Petani Nilai Mesin Tanam Lebih Efisien
Salah satu petani penerima bantuan, H. Subakri Cahyo Utomo dari Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, menyampaikan bahwa penggunaan mesin pertanian memberikan banyak manfaat bagi budidaya tebu.
“Bahwa dengan menggunakan alat mesin pertanian untuk tanaman tebu akan lebih efektif dan efisien dan dapat mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian serta biaya pekerjaan kebun menjadi cepat dan murah,” ungkapnya.
Selain dimanfaatkan oleh penerima bantuan, cane planter juga akan digunakan secara bergantian oleh kelompok petani lain yang membutuhkan sehingga manfaat mekanisasi dapat dirasakan lebih luas.
Bank Jatim Dukung Pembiayaan Alsintan
Sebagai mitra pembiayaan, Bank Jatim menyatakan siap menyalurkan Kredit Usaha Alsintan (KUA) sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 21 Tahun 2023 tentang taksi alat dan mesin pertanian.
Skema pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperluas akses petani terhadap alat mekanisasi, mulai dari traktor hingga berbagai implement pendukung budidaya tebu.
Program mekanisasi ini merupakan bagian dari komitmen KTM-Mitr Phol dalam mendukung peningkatan produktivitas tebu nasional. Sebagai anggota Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO), KTM-Mitr Phol juga mendukung pengembangan industri gula nasional yang lebuh modern, efisien, dan berdaya saing guna mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional.
(NY)