DKI Jakarta Kurangi 74 Ton Emisi Karbon Usai Pemadaman Lampu 60 Menit

Kawasan Urban 21 Sep 2026 11 kali dibaca
Gambar Artikel

LingkariNews – Pemadaman lampu selama 60 menit di DKI Jakarta dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 74,23 ton CO2e. Aksi yang berlangsung serentak pada Sabtu (19/9/2026) tersebut juga mencatat penghematan penggunaan listrik hingga 92,79 MWh.

Berdasarkan rekapitulasi PLN UID Jakarta Raya, pemadaman lampu dilakukan pada pukul 20.30–21.30 WIB. Selain mengurangi emisi karbon, penghematan listrik dalam aksi tersebut juga setara dengan penghematan biaya listrik sekitar Rp134,27 juta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan, penghematan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

“Aksi satu jam ini mengingatkan kita bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari,” kata Dudi dilansir Antara, Minggu (20/9).

Penghematan Listrik Meningkat 

Capaian penghematan listrik pada pemadaman lampu kali ini meningkat dibandingkan aksi serupa yang digelar pada 13 Juni 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup.

Pada aksi sebelumnya, penggunaan listrik yang berhasil dihemat tercatat sebesar 75,18 MWh. Sementara pada pemadaman lampu 19 September 2026, angkanya mencapai 92,79 MWh atau meningkat 23,42 persen.

Bang Dudi, capaian tersebut dapat menjadi dorongan untuk membangun kebiasaan hemat energi secara berkelanjutan. Penghematan listrik juga menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.

Dorong Kebiasaan Hemat Energi

Dudi mengajak masyarakat menggunakan listrik secara lebih bijak, baik di rumah, tempat kerja, maupun tempat usaha. Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat lebih besar. 

“Mematikan lampu yang tidak diperlukan dan menggunakan peralatan listrik sesuai kebutuhan merupakan langkah sederhana yang bisa kita lakukan bersama. Jika dijalankan secara konsisten, manfaatnya dapat terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat, pengelola gedung, pelaku usaha, serta berbagai pihak yang ikut berpartisipasi dalam aksi pemadaman lampu serentak di DKI Jakarta. 

Dudi berharap kepedulian terhadap penghematan energi dan pengurangan emisi karbon dapat terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat terlibat dalam upaya menjaga lingkungan.

Cara Sederhana Hemat Listrik

Penghematan energi tidak hanya dilakukan melalui aksi pemadaman lampu selama satu jam. Kebiasaan sehari-hari juga dapat membantu mengurangi penggunaan listrik.

Masyarakat dapat memanfaatkan cahaya alami pada siang hari, mematikan lampu di ruangan yang tidak digunakan, serta mematikan pendingin ruangan dan perangkat elektronik setelah selesai digunakan. 

Sementara itu, pengelola gedung dan tempat usaha dapat menyesuaikan penggunaan listrik dengan kebutuhan dan waktu operasional, tanpa mengabaikan kenyamanan serta keselamatan.

Kebiasaan menggunakan listrik secara bijak tersebut diharapkan dapat dilakukan secara konsisten, sehingga penghematan energi dan pengurangan emisi karbon di DKI Jakarta tidak hanya berlangsung saat aksi pemadaman lampu, tetapi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

(NY)

Berita Terpopuler

1
Indonesia Penghasil Sampah Terbesar Ke-5 Dunia: Produksi dan Jenis-Jenisnya
2
Kepolisian Ungkap Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp1 Triliun
3
Perkembangan Industri Gula Tahun 2020 hingga 2025
4
Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera: Bencana Alam atau Kerusakan Alam?
5
Warga Sukatani Tolak Proyek Geotermal Gunung Gede Pangrango

Grafik Harga Gula

Raw Sugar: -
-
White Sugar: -
-
White Sugar: -
-